Dukung Strategi Efektif Penanganan dan Mitigasi Bird Strike, Prodi Teknik Penerbangan dan Teknik Aeronautika UNSURYA Gelar Seminar Nasional

Unsurya Jkt (FTDI – 10/07/24) Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri (FTDI), Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) telah menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Penanganan dan Mitigasi Bird Strike pada Operasional Penerbangan” di Aula Hercules, Kampus A Unsurya.  Acara ini diselenggarakan secara hybrid dengan daring melalui Zoom Meeting. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa, praktisi, akademisi, dan pencinta dunia penerbangan baik secara luring maupun daring.

Rektor Unsurya, Dr. Sungkono, S.E., M.Si., membuka seminar ini dengan harapan bahwa acara ini dapat menjadi platform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi inovatif dalam penanganan dan mitigasi bird strike. Beliau menekankan bahwa Indonesia, sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan beragam habitat alami, menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan penerbangan dari ancaman bird strike. Beliau mengingatkan bahwa insiden bird strike dapat terjadi pada fase lepas landas, mendarat, atau selama penerbangan, dengan dampak yang merugikan keselamatan manusia dan materiil. Pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga riset, otoritas penerbangan, dan industri penerbangan dalam melakukan mitigasi, termasuk melalui surveillance dan monitoring, penggunaan teknologi deteksi, pendidikan dan pelatihan, serta kerjasama internasional. Perguruan tinggi, sebagai pusat pendidikan dan riset, juga berperan penting dalam upaya ini, dengan mahasiswa dan dosen yang terlibat dalam penelitian terkait pencegahan kerusakan struktur pesawat akibat bird strike. Dr. Sungkono menekankan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam penanganan dan mitigasi bird strike untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional penerbangan di Indonesia.

Seminar ini menampilkan tiga narasumber utama: Capt. Eli Setya, mantan pilot Sriwijaya Air dan Manajer Operasi Indonesian Flight Inspection; Setyo Jarnoko, S.T., Direktur Pemeliharaan & Rekayasa Batik Air Indonesia; dan Prof. Dewi Malia Prawiradilaga dari Kelompok Riset AVES BRIN. Acara ini dimoderatori oleh Budi Aji Warsiyanto, dosen teknik penerbangan Unsurya yang memiliki banyak pengalaman membimbing mahasiswa tingkat akhir dalam penelitian mengenai fenomena bird strike pada pesawat.

 

Pemaparan pertama dibawakan oleh Capt. Eli Setya dengan judul “Keselamatan penerbangan saat terjadi Bird strike”. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan deskripsi dari bird strike adalah “A bird strike is strictly defined as a collision between a bird and an aircraft which is in flight or on a take off or landing roll”, kemudian beliau juga menyampaikan  5 point utama pada fenomena bird strike yaitu: 1. Latar belakang dan sejarah bird strike, 2. Strategi pencegahan bird strike, 3. Resiko yang berdampak pada operasi penerbangan, 4. Bagaimana pilot menangani bird strike saat penerbangan, 5. Perlunya pilot training untuk mengahadpi bird strike.

 

Pemaparan kedua dibawakan oleh Setyo Jarnoko, S.T. dengan judul “Aspek Pemeliharaan dan Penanganan Bird Strike pada Pesawat Terbang Sipil”. Beliau menyampaikan bahwa situasi bird strike dapat menimbulkan gangguan operasional yang dapat menyebabkan pesawat berhenti untuk melakukan inspeksi sebelum pesawat dapat berangkat dengan selamat. Namun dengan prosedur perawatan yang tepat, kerusakan kecil maupun besar dapat diatasi dengan benar dan ditindaklanjuti dengan perbaikan atau penggantian suku cadang sesuai manual pesawat. Keterampilan personel pemeliharaan dapat menentukan hasil inspeksi setelah terjadi bird strike pada pesawat. Pada beberapa kesempatan, pemeriksaan detail khusus seperti NDT (Non-Destructive Test) atau Inspeksi Borescope diperlukan untuk mendapatkan hasil yang komprehensif.

 

Pemaparan ketiga dibawakan oleh prof. Dewi Malia Prawiradilaga, dengan judul “Pencegahan Bird strike di lingkungan Bandara” dengan aspek pencegahan bird strike dari scientist dan researcher. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa bird strike dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Bird Strike terjadi di Indonesia dikarenakan wilayah Indonesia termasuk tempat tujuan burung bermigrasi dunia dan berada di jalur terbang East Asia dan Australasia Flyway. Lokasi bandara-bandara di Indonesia juga merupakan lokasi yang berada disekitar berbagai tipe habitat yang menjadi bagi burung untuk bertengger, bersarang, tempat menvari makan atau melakukan aktivitas lainnya. Jenis-jenis burung yang terkonfirmasi menjadi penyebab Bird strike adalah Pecuk ular asia, Kuntul kerbau, Elang laut, dan Caprimulgus sp. Beliau juga menyampaikan terkait Upaya pencegahan bird strike terbagi kedalam 4 upaya yaitu; 1. Memiliki Unit Perlindungan lingkungan termasuk tim Keselamatan Penerbangan 2. Memiliki dan mengelola pangkalan data yang rapi 3. Pengendalian burung dan atau satwa lain yang berada di sekitar bandara 4. Pengelolaan lingkungan bandara.

 

Seminar Penerbangan yang membahas Penanganan dan Mitigasi Bird Strike pada Operasional Penerbangan di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) berlangsung meriah dan interaktif. Kuis berhadiah di awal acara membangkitkan semangat para mahasiswa, dan sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusiasme tinggi memperkaya pemahaman peserta tentang isu bird strike. Pertanyaan-pertanyaan menarik dari mahasiswa, seperti penggunaan gelombang suara frekuensi tinggi untuk mencegah bird strike dan prosedur pelaporan bird strike, memicu diskusi produktif dan membuka wawasan baru bagi para peserta.

Penyelenggaraan Seminar Penerbangan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka. Rektor Unsurya, didampingi oleh Wakil Rektor I dan Dekan FTDI Unsurya, secara langsung menyerahkan sertifikat tersebut. Selain sesi seminar, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran poster yang menampilkan 8 hasil penelitian terkait bird strike yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Teknik Penerbangan Unsurya. Para peneliti muda ini, yaitu Gavin Mustika Kresna, Candra Pranoto, Agung Laksono, Pangihutan Tambunan, Damar Cakasana, Muhammad Rayhan Zhafrando, Nurahmad Hiban, dan Ade Putra Arief Hartanto, memamerkan hasil penelitian mereka di hadapan para peserta seminar. Pameran poster ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta, membuka wawasan mereka tentang upaya-upaya yang dilakukan oleh para mahasiswa Unsurya dalam memerangi bird strike.

Penyelenggaraan Seminar Nasional dengan tema “Penanganan dan Mitigasi Bird Strike pada Operasional Penerbangan” diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi seluruh insan dirgantara. Acara yang digelar ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia. Melalui seminar ini, para ahli dan praktisi di bidang dirgantara diharapkan dapat menemukan solusi inovatif dan efektif dalam menangani ancaman bird strike yang kerap terjadi. Dengan adanya kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan akan lahir kebijakan dan strategi mitigasi yang lebih baik, sehingga dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan keselamatan operasional penerbangan. Seminar ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman semua pihak terkait pentingnya penanganan bird strike. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, industri penerbangan, serta masyarakat luas dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di tanah air. (TP-Sya)

 

PENYERAHAN SERTIFIKAT AMTO 147D-20 UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA

Unsurya Jakarta (05/06/24). Pada hari Rabu 05 Juni 2024 merupakan hari bersejarah bagi UNSURYA karena telah dilaksanakan Acara Penyerahan Sertifikat AMTO Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma 147D-20 kategori A1 & A4 oleh DKPPU di Aula Hercules Kampus A UNSURYA. Penyerahan sertifikat AMTO 147D-20 ini merupakan rangkaian tahap akhir yang telah dilaksanakan oleh Tim AMTO UNSURYA untuk mendapatkan persetujuan dari DKPPU. Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) merupakan organisasi pelatihan perawatan pesawat udara resmi yang disetujui oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara.

Setelah UNSURYA mendapatkan Sertifikat AMTO 147D-20, membuktikan bahwa UNSURYA mampu memenuhi kualifikasi yang di syaratkan oleh DKPPU untuk menyelenggarakan pelatihan secara mandiri dari mulai perencanaan, seleksi penerimaan calon siswa, pembelajaran teori maupun fasilitas praktik yang tertuang didalam TPM dan kurikulum. Keunggulan mahasiswa yang kuliah di program studi teknik Aeronautika + AMTO UNSURYA adalah ketika lulus akan mendapatkan Ijazah Diploma tiga dan Basic Certificate A1 & A4. Bagi seseorang yang telah memiliki Basic Certificate A1 & A4 menunjukkan bahwa seseorang telah mengikuti dan menyelesaikan program pelatihan perawatan pesawat udara yang sesuai dengan standar dan persyaratan yang ditetapkan oleh DKPPU serta diperlukan sebagai syarat utama untuk menjadi teknisi atau mekanik pesawat udara. Hal ini akan mempermudah para lulusan untuk berkarier di industri penerbangan. Dengan demikian sertifikat AMTO UNSURYA dapat memiliki dampak yang signifikan, baik bagi Universitas maupun mahasiswa dalam mempersiapkan para lulusan untuk menghadapi tantangan di dunia profesional dan sosial.

Pelaksanaan Acara Penyerahan Sertifikat AMTO 147D-20 dihadiri oleh:

A. Pejabat DKPPU terdiri dari :

    1. Win Warsono
    2. Erlana Ichsan Haryanto, S.SiT, M.T.
    3. Dedy Gustianto, S.T., A.P, M.A.P.
    4. Ricka Widardoe, S.T., M.T.

B. Tim Unsurya antara lain:

    1. Ka. BPH
    2. Ketua Senat Unsurya
    3. Rektor Unsurya (Accountable Manager AMTO UNSURYA)
    4. Wakil Rektor I, II, III
    5. Ka. SPI
    6. Dekan FTDI (Head of Training AMTO UNSURYA)
    7. Kaprodi AE (Instructional Manager AMTO UNSURYA)
    8. Sekprodi AE
    9. Instruktur AMTO UNSURYA
    10. Staf AMTO
    11. Staf LP2M
    12. Staff PLTI

Kedepannya, terkait dengan sertifikat AMTO, beberapa langkah yang sebaiknya diambil adalah: Perbaikan proses penilaian sertifikat AMTO agar lebih akurat dan relevan dengan tuntutan perkembangan zaman di era 4.0 dan 5.0 ; Pengembangan program pendukung yang membantu mahasiswa untuk lebih aktif terlibat; Integrasi sertifikat AMTO dengan kurikulum akademis juga bisa menjadi langkah penting; Penguatan kolaborasi dengan industri; Evaluasi dan pembaruan berkelanjutan; Serta diharapkan AMTO Unsurya menjadi role model untuk sertifikasi AMTO di Indonesia.

 

SMK Penerbangan Gutama Mencoba Modul Baru Mobile Aeronautics Laboratory

Mobile aeronautics laboratory Teknik Penerbangan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma kembali mengadakan kegiatan praktikum fisika dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) semester ganjil TA 2023/2024. Kegiatan dilakukan di SMK Penerbangan Gutama pada tanggal 30 Januari 2024. Peserta praktikum fisika kali ini adalah kelas X Airframe Poweplant (AP) dan kelas XI AP dengan jumlah siswa 35 orang yang terbagi dalam 10 kelompok.  

Modul pada kegiatan PKM kali ini bertambah 6 modul baru menjadi total 16 modul fisika. Modul sebelumnya terdiri dari wind tunnel, efek coanda, struktur berlipat, honeycomb, pelat berlubang, pesawat kertas, venturi, getaran, resonansi, dan impak. Modul baru terdiri dari propeller, reduction gearbox, pulley, linkage, hidrolik, dan kestabilan.  

Modul propeller menggunakan alat peraga berupa bilah propeller yang diputar oleh motor brushless dan terhubung dengan neraca sehingga gaya dorong propeller dapat diukur. Peserta praktikum dapat mengganti bilah propeller dengan ukuran yang berbeda dan gaya dorongnya diukur Kembali. Modul ini juga dilengkapi anemometer untuk mengukur kecepatan udara di depan dan di belakang propeller yang berputar.  

                     

Modul reduction gearbox menggunakan alat peraga miniatur reduction gearbox pada engine turboprop. Susunan roda gigi pada alat ini berfungsi untuk mengurangi kecepatan putar sehingga kecepatan putar propeller lebih lambat daripada kecepatan motor dinamo. Peserta praktikum juga menghitung kecepatan putar dan kecepatan linier dari rangkaian roda gigi berbahan plastik.  

Modul pulley, linkage, dan hidrolik merupakan alat peraga kendali terbang pesawat (flight control), yaitu elevator, aileron, dan spoiler. Gerak dari ketiga bidang kendali tersebut dapat disimulasikan dan mekanisme penggeraknya dapat diamati. Elevator digerakkan melalui pulley (katrol), aileron digerakkan melalui mekanisme linkage, dan spoiler digerakkan dengan tekanan hidrolik yang disimulasikan menggunakan alat suntik. Modul kestabilan juga menjadi bagian dari flight control yang menunjukkan pengaruh vertical stabilizer pada kestabilan pesawat terbang.  

Kelas X diutamakan mengikuti 10 modul lama ditambah modul propeller, reduction gearbox, dan pulley. Kelas XI yang sudah lebih banyak mengetahui ilmu penerbangan diutamakan untuk mengikuti praktikum yang terkait flight control seperti pulley, linkage, hidrolik, dan kestabilan. Modul lama yang juga terkait flight control adalah wind tunnel, efek coanda, honeycomb, pelat berlubang, getaran, dan pesawat kertas.  

                                     

Praktikum dipandu oleh Dosen Teknik Penerbangan Unsurya dibantu oleh mahasiswa Teknik Penerbangan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Penerbangan dan Aeronautika (HMTPAe) dan Unit Kegiatan Mahasiswa ATAC. Perwakilan ATAC juga mendemokan pesawat aeromodelling setelah praktikum selesai.  

Siswa kelas X dan XI AP antusias mengikuti praktikum sehingga beberapa kelompok dapat melaksanakan sampai 9 modul praktikum. Jumlah ini lebih banyak daripada jumlah modul yang dapat dilaksanakan per kelompok siswa pada kegiatan Mobile aeronautics laboratory sebelumnya (4-6 modul). SMK Gutama mendapat kesempatan pertama untuk mencoba keenam modul baru dan terbukti lancar digunakan dalam praktikum, sehingga akan terus digunakan pada kegiatan praktikum fisika pada PKM berikutnya. Semoga kegiatan praktikum fisika ini bermanfaat dan meningkatkan pemahaman ilmu fisika yang menjadi dasar dari Teknologi penerbangan. Sampai ketemu di kegiatan Mobile Aeronautics Laboratory selanjutnya.     

 

 

 

Sosialisasi Visi dan Misi Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri – UNSURYA

Unsurya (FTDI 20/12/23) Pada hari Rabu, 20 Desember 2023 di Jakarta telah dilaksanakan secara Online melalui Zoom yang dihadiri oleh Bapak Rektor Unsurya Marsma TNI (Purn.) Dr. Sungkono., S.E., M.Si, Wakil Rektor I Marsma TNI (Purn.) Dr. Syamsunasir., S.Sos., M.M., CFrA, Wakil Rektor II Marsda TNI (Purn.) I Dewa Ketut Kerta Widana., S.Km., M.KKK, Wakil Rektor III Marsma TNI (Purn.) Dr. Agus Purwo Wicaksono., S.E., M.M., M.A., CIPA, Dekan FTDI Ir. Freddy Franciscus., M.M., IPU, Para Dekan, Kaprodi, Dosen, Mahasiswa, serta Alumni.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Visi dan Misi dari Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri (FTDI). FTDI merupakan penggabungan dari dua fakultas sebelumnya yaitu, Fakultas Teknologi Kedirgantaraan dan Fakultas Teknik Industri. Penggabungan dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas belajar bagi mahasiswa Unsurya. Visi dan Misi FTDI yang disampaikan secara langsung oleh Dekan FTD Bapak Ir. Freddy Franciscus., M.M., IPU dengan Visi yaitu Menjadi Fakultas Unggulan bertaraf Internasional dalam bidang ilmu kedirgantaraan dan industry di Asia Pasifik dengan luaran siap pakai”. Selanjutnya Misi dari FTDI adalah memberikan kotribusi positif pada stake holder, memberikan bekal ilmu pengetahuan kedirgantaraan dan industry yang berkualitas, dan melakukan Kerjasama dengan operator dan regulator di dunia penerbangan dan industri.

Setelah memaparkan Visi dan Misi FTDI, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan peserta sosialisai. Salah satu pertanyaan datang dari Bapak Prio Adhi Setyawan seorang Diaspora Expert dari GIZ German dengan menanyakan bagaimana road map untuk mencapai visi dan misi dari FTDI dan langsung dijawab oleh Dekan FTDI yang dengan mengacu SWOT berdasarkan 9 standar utama, meningkatkan SDM yang unggul terutama peningkatan dosen untuk melanjutkan Studi S3. (FTDI-ras)

Mobile Aeronautics Laboratory Teknik Penerbangan UNSURYA Berkegiatan di SMA 11 Bekasi

Mobile aeronautics laboratory Program Studi Teknik Penerbangan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma bertandang ke SMA 11 Bekasi tanggal 31 Oktober 2023 dalam rangka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) semester ganjil TA 2023/2024. Kegiatan PKM berupa praktikum fisika yang menjadi dasar teknologi penerbangan. Modul yang dipilih untuk praktikum fisika sama seperti kegiatan Mobile Aeronautics Laboratory sebelumnya yang terdiri dari 10 modul yaitu wind tunnel, efek coanda, struktur berlipat, honeycomb, pelat berlubang, pesawat kertas, venturi, getaran, resonansi, dan impak.  Setiap meja praktikum dipandu oleh Dosen Teknik Penerbangan atau Mahasiswa/i Teknik Penerbangan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Penerbangan dan Aeronautika (HMTPAe).

Selain untuk menambah pengalaman praktikum bagi siswa SMA 11 Bekasi, kegiatan ini juga untuk mengenalkan dasar teknologi penerbangan yang sangat erat dengan ilmu fisika. Kegiatan terdiri dari dua sesi dengan jumlah peserta 63 orang siswa kelas XI IPA. Praktikum dilaksanakan dalam bentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa per kelompok. Setiap kelompok siswa berpindah-pindah meja praktikum untuk merasakan sebanyak mungkin modul praktikum. Seluruh peserta antusias dan semangat melaksanakan praktikum, namun karena keterbatasan waktu, setiap kelompok mendapat pengalaman 4-5 modul saja.

Semoga pengalaman praktikum dalam kegiatan PKM ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman ilmu fisika terutama yang menjadi dasar teknologi penerbangan bagi para siswa SMA 11 Bekasi.    

 

Technopreneur Career in Aviation Industry – Webinar Kedirgantaraan Nasional

Himpunan Mahasiswa Teknik Penerbangan dan Aeronautika (HMTPAe), Fakultas Teknologi Kedirgantaraan, Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma menyelenggarakan webinar nasional kedirgantaraan yang merupakan kegiatan rutin tahunan dan menjadi program kerja HMTPAe. Kegiatan webinar dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Juli 2023 pada pukul
08.00-12.30 melalui Zoom Meeting. Tema pada webinar tahun ini adalah Technopreneur Career in Aviation Industry”.

Acara webinar nasional ini diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Teknologi Kedirgantaraan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Teknik Penerbangan,  Ibu Endah Yuniarti, S.Si., M.Sc. Wakil Rektor III Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Bapak Dr. Agus Purwo W, S.E., M.M.,M.A., CIPA, juga memberikan sambutan pada acara webinar nasional ini.

Gambar 2. Sambutan dari Warek III Unsurya, Dr. Agus Purwo W, S.E., M.M.,M.A., CIPA

Kegiatan webinar nasional ini selain didukung oleh Unsurya, juga didukung oleh PN-Indo Pusat dan PN-Indo Regional Jakarta. Webinar ini menghadirkan 4 nara sumber yaitu Bapak Gunta Akhiri, S.T., M.T (Technopreneur di bidang CVR-FDR Readout and Flight Data Analys), Bapak Remigus Boang Sapuan, S.T (Direktur/Owner PT. General Dinamik), Bapak Ahmad Ulya, S.T., MBA (Technopreneur di bidang travel agent), dan kak Lyonda Shafira Huwaidi, S.T (Founder startup berbasis teknologi).

Gambar 3. Materi Pembicara Webinar Nasional Technopreneur Career In Aviation Industry

Bapak Gunta yang berkecimpung di dunia CVR-FDR readout sejak tahun 2005 pada CV Ummah Science dan kemudian mendirikan perusahaan sendiri dengan nama PT Aering sejak tahun 2010. Saran dari beliau untuk merintis technopreneur adalah mengetahui tujuan yang ingin diraih, memulai sedini mungkin, menemukan jalan kita sendiri, bersiap jika kesempatan yang tepat datang, technology capital dan tetap maju dengan motivasi dari luar. 

Bapak Remigus Boang yang setelah lulus dari Teknik Penerbangan Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara (sekarang Unsurya) bekerja sebagai sales dari perusahaan Teknik dan kemudian memberanikan diri untuk membuat sendiri perusahaan manufaktur yang terutama bergerak di tools dan Ground Support Equipment. Beliau menyarankan agar sebelum memulai usaha sebaiknya mencari pengalaman sebagai karyawan sehingga mengenal seluk beluk bidang usaha yang akan didirikan.

Bapak Ulya yang mendirikan PT Voltras International sejak tahun 2007 dan Voltras Travel tahun 2008, mengawali karir sebagai karyawan Indonesian Airlines di bidang reservasi tiket (niaga). Pengalaman di bidang reservasi tiket dan kemampuan IT yang dimiliki membuat beliau mendirikan VOLTRAS yang tujuan utamanya memberi solusi di bidang reservasi tiket, misalnya tentang deposit bagi agent travel. Salah satu masalah awal yang harus dipecahkan oleh technopreneur menurut beliau adalah mendapatkan kepercayaan dari perusahaan atau pihak lain yang akan bekerjasama. Meskipun secara personal pihak lain percaya pada pribadi pendiri perusahaan, tetapi belum tentu percaya bahwa perusahaan yang didirikan mampu memberikan performa yang sesuai.

Kak Lyonda yang setelah lulus Teknik Penerbangan Unsurya membuat startup Waterhub karena keinginan untuk memberikan solusi pada masalah lingkungan juga menjadi komisaris dari perusahaan yang bergerak di bidang aerospace. Salah satu saran dari Kak Lyonda bagi mahasiswa yang ingin merintis startup adalah perencanaan yang matang karena first impression saat ketemu investor menentukan langkah selanjutnya.      

Gambar 4. Foto Pembicara Webinar Nasional “Technopreneur Career in Aviation Industry”

Dalam kegiatan webinar nasional ini juga ada sesi tanya jawab dan quiz bagi peserta, yang bertujuan untuk ice breaking di tengah-tengah webinar dengan hadiah yang menarik. Semoga materi yang disampaikan dapat memotivasi peserta sehingga setelah webinar ini semakin banyak mahasiswa yang tertarik merintis technopreneur terutama di bidang kedirgantaraan.

Gambar 5. Foto Pembicara Webinar Nasional “Technopreneur Career in Aviation Industry”

Technopreneur In Aviation Industry – Webinar Kedirgantaraan Nasional

 

✨BE A PART OF WEBINAR KEDIRGANTARAAN NASIONAL✨

🛠️👨🏻‍✈️👩🏻‍🔧🧑🏻‍✈️🧑🏻‍🔧🛠️
“TECHNOPRENEUR IN AVIATION INDUSTRY”

Salam Dirgantara !

Himpunan Mahasiswa Teknik Penerbangan & Aeronautika Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma mengajak teman-teman untuk berpartisipasi dalam acara webinar yang mengangkat tema Technopreneur pada bidang kedirgantaraan.

Webinar ini akan diselenggarakan pada:

📍Rabu, 5 Juli 2023
08.00 WIB – Selesai
Via Zoom Meeting (link zoom akan di infokan di WA grup peserta)

Narasumber:

1. Gunta Akhiri, ST, MT
(Technopreneur di bidang CVR-FDR Readout and Flight Data Analyst)

2. Remigius Boang Sapuan, ST
(Technopreneur di bidang UAV)

3. Ahmad Ulya, ST, MBA
(Technopreneur di bidang Travel Agent)

4. Lyonda Huwaidi, ST
(Membangun startup berbasis teknologi)

FREE DAN TERBUKA UNTUK UMUM !
📍Benefit :

🎁 Doorprize
🔑 Knowledge
📃 E-Certificate

📞 More Info :
– Rini Wulandari (088808179460)

Ayo daftarkan diri anda pada link berikut ini:
bit.ly/_Pendaftaran_Webinar_Nasional

See you…..

Program Akademik Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) – Tipe A – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

 

📢  Halo Teman-Teman !!! 📢

 

Mari bergabung bersama kami di Unsurya dalam,
Program Akademik Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) TIPE A

 

Unsurya membuka mahasiswa/i jalur RPL untuk 7 Program Studi :
1. S2 – Magister Manajemen
2. S1 – Teknik Penerbangan
3. S1 – Teknik Elektro
4. S1 – Akuntansi
5. S1 – Manajemen
6. S1 – Hukum
7. D3 – Manajemen Informatika
Ayo segera daftarkan diri anda untuk menjadi bagian dari Unsurya ✈️
Scan barcode untuk informasi lebih lanjut !!

#RPL
#programrpl
#mahasiswaunsurya

SOSIALISASI DAN TRAINING DIGITAL LITERACY – FAKULTAS TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Fakultas Teknologi Kedirgantaraan mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Training Digital Literacy pada tanggal 14 Juni 2023 di Kampus C Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Literasi digital merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan dunia digital dalam kehidupan mulai dari belajar, bekerja, beraktivitas dalam masyarakat seiring berkembangnya akses informasi dan komunikasi. Literasi digital tidak hanya berarti dapat menggunakan internet, gadget, atau aktif di media sosial, tetapi mampu untuk mencari, mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang diperoleh dari dunia digital.

 

Kegiatan sosialisasi dan training diikuti oleh mahasiswa Teknik Penerbangan dan Teknik Aeronautika Angkatan 2020, 2019, dan juga mahasiswa AMTO Angkatan 2020. Kegiatan ini merupakan awal dari tahapan pembelajaran dan tes digital literasi. Mahasiswa yang mengikuti training dan lulus tes akan mendapatkan sertifikat digital literasi yang diharapkan dapat digunakan sebagai bukti kemampuan peserta pemahaman digital literasi. Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang bentuk training dan tes digital literacy yang akan diikuti. Sosialisasi termasuk pembuatan akun IC3 yang nantinya akan digunakan pada saat tes.

Gambar 1. Sambutan dari Wakil Rektor 3, Dekan FTK  dan Tim ITC IC3

Kegiatan Sosialisasi dan Training Digital Literacy dihadiri dan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Kedirgantaraan, Bapak Ir. Freddy Franciscus, M.M., IPU, dan juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Bapak Marsma (Purn) Dr. Agus Purwo W, S.E., M.M., M.A., CIPA yang berkenan memberikan sambutan. Pembekalan tentang Digital Literacy dilakukan oleh Tim IC3 dari ITC dengan Bapak Tonny Arbianto sebagai Director of IT and Operations dan PT. Putra Pratama Raya yaitu Bapak Doni Rizal.

Setelah paparan materi, mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti training awal di kelas menggunakan laptop masing-masing. Pembuatan akun dan uji coba tes dilakukan di sesi ini.

Gambar 2. Rangkaian Kegiatan Pelaksanakan Training Digital Literacy

Pada saat kegiatan Tim PPR IC3 juga membagikan beberapa door prize kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan seputar Digital Literacy dan berhasil lulus dalam uji coba tes.

Gambar 3. Pemberian Doorprize kepada Mahasiswa

FAKULTAS TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN – WISUDA PASCASARJANA, SARJANA DAN DIPLOMA TAHUN AJARAN 2022/2023

Kegiatan Sidang Terbuka Senat Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma dalam rangka wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Tahun Ajaran 2022/2023 diselenggarakan di Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma pada tanggal 15 Maret 2023 dan dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., C.S.F.A. selaku Ketua Pembina Yayasan Adi Upaya (YASAU).

KASAU dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lulusan UNSURYA harus mempunyai karakter yang kuat yang dicirikan dengan kemampuan untuk memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, etika, kepribadian dan jiwa kepemimpinan, semangat kewirausahaan dan memiliki talenta dan kebhinekaan global. Wisudawan harus terus meningkatkan kemampuan bekomunikasi, berkolaborasi, berfikir kritis, dan kreatifitasnya.

Gambar 1. Jajaran Senat Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma bersama dengan Bapak Kepala Staff Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., C.S.F.A.

Fakultas Teknologi Kedirgantaraan (FTK) sebagai bagian utama dari Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma meluluskan sebanyak 156 wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 118 wisudawan/wisudawati Sarjana Teknik Penerbangan (S1), 14 wisudawan/wisudawati Ahli Madya Teknik Aeronautika (D3), dan 24 wisudawan/wisudawati Ahli Madya Teknik Aeronautika – AMTO (D3). Lulusan terbaik Program Studi Teknik Penerbangan adalah Harun Alrasid dengan predikat Cumlaude (IPK 3,65). Lulusan terbaik Program Studi Teknik Aeronautika adalah Melinda dengan predikat Cumlaude (IPK 3,56).

Gambar 2. Wisudawan Fakultas Teknologi Kedirgantaraan

Pada wisuda kali ini dari Teknik Penerbangan terdapat empat wisudawan/wisudawati yang lulus dengan masa studi tujuh semester yaitu Harun Alrasid, Fara Julia Putri, Reynaldo Mulya Tedja, dan Muhammad Farhan Abrar.

Selamat bagi para wisudawan/wisudawati FTK, semoga ilmu yang telah diperoleh dapat digunakan untuk berkarya dan memberi manfaat pada masyarakat, bangsa dan negara baik melalui dunia kerja, dunia industri,  maupun dunia usaha. 

Gambar 3. Wisudawan/wisudawati Teknik Penerbangan

 

Gambar 4. Wisudawan/wisudawati Teknik Aeronautika + Amto 
Gambar 5. Wisudawan/wisudawati Teknik Penerbangan, Teknik Aeronautika, dan GMF